Widget HTML Atas

Persebaran Penduduk, Suku Bangsa, dan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

Mempunyai beragam jenis sumber daya alam menjadi kebahagiaan dan anugerah begitu besar bagi kita warga negara Indonesia. Potensi sumber daya alam menjadi kekayaan suatu wilayah yang paling utama. Kitapun semua mengetahui bahwa bentang alam di Bumi itu berbeda antara satu dengan yang lainnya karena pengaruh letak geografis maupun letak astronomis yang berbeda- beda pula. Hal ini menyebabkan beberapa perbedaan karakteristik satu wilayah dengan wilayah lainnya, seperti jenis tanah, iklim, cuaca, bahkan flora dan fauna yang dimiliki.

Letak Astronomis dan Letak Geografis Indonesia
Indonesia adalah negara yang memiliki potensi kekayaan alam berlimpah ruah. Hal ini sudah termasyhur hingga mancanegara. Saking kayanya Indonesia hingga berbagai negara ingin menguasai Indonesia. Kekayaan alam yang dimiliki Indonesia ini tidak lepas dari letak geografis dan letak astronomis yng dimiliki negara Indonesia. Berdasar pada letak astronomis dan juga geografis negara Indonesia inilah menjadikan negara Indonesia kaya akan sumber daya alam.
  • Secara astronomis – Indonesia terletak di 6ᵒ garis lintang utara hingga 11ᵒ garis lintang selatan dan 95ᵒ  garis bujur timur hingga 141ᵒ garis bujur timur.  Selain itu Indonesia juga dilewati oleh garis ekuator atau khatulistiwa. Dengan posisi atau letak astronomis yang demikian inilah Indonesia mempunyai iklim tropis, dimana hanya ada dua musim yakni musim hujan dan musim kemarau. Iklim tropis inilah yang menyebabkan curah hujan yang dimiliki negara Indonesia tinggi dan merata sepanjang tahunnya. Berkat curah hujan yang merata inilah maka banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup di Indonesia karena mendapatkan pasokan air yang cukup dan juga mendapatkan cukup sinar matahari untuk kebutuhan fotosintesisnya.
  • Secara geografis – Indonesia terletak diantara 2 benua yakni benua Asia dan benua Australia (baca: benua terbesar di dunia). Letak Indonesia yang demikian ini sungguh mengembangakan Indonesia menjadi negara yang dilalui banyak orang, sebagai tempat persinggahan para pedagang sehingga menjadikan Indonesia adalah negara yag strategis. Sebenarnya kestrategisan letak Indonesia ini tidak hanya berkat letak Indonesia di antara 2 benua saja namun juga 2 samudera yang telah disebutkan di atas. Selain itu, berkat terletak di antara kedua benua inilah Indonesia ditiupi dua angin muson (yakni muson barat dan muson timur) yang saling bergantian. Bertiupnya angin muson ini menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau dan musim pengujan secara bergantian dan dengan durasi yang seimbang.
  • Secara geografis – Indonesia terletak di sepanjang lempeng yang menyebabkan Indonesia memiliki banyak gunung api. Karena tanah Indonesia ini termasuk ke dalam kawasan patahan, hal ini menyebabkan Indonesia memiliki banyak sekali gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini. Gunung berapi yang berada di kawasan Indonesia ini seringkali mengalami erupsi. Erupsi gunung berapi memang merupakan suatu bencana alam, namun berkat erupsi gunung berapi pula Indonesia memiliki tanah yang subur. Material yang berasal dari muntahan gunung berapi akan membawa bebagai zat yang dapat menyuburkan tanah. Bahkan abu vulkanik yang berasal dari letusan gunung berapi pun juga akan membawa kesuburan pada tanah.
  • Secara geografis – Indonesia terletak di antara 2 samudera besar, yakni samudera Pasifik dan samudera Hindia (baca: daftar samudra di dunia). Letak Indonesia yang demikian ini membuat Indonesia memiliki kekayaan alam bahwah laut yang luar biasa. Ada banyak sekali jenis ikan yang hidup di wilayah Indonesia (baik ikan yang sering dikonsumsi maupun ikan hias). Selain itu pemandangan bawah laut yang dimiliki Indonesia pun luar biasa indah dengan banyak sekali terumbu karang di bawahnya. Kekayaan alam bawah laut ini selain menambah nilai ekonosim indonesia juga mengembangkan sektor pariwisata Indonesia secara pesat. Berkat letak Indonesia yang sangat strategis inilah Indonesia sering menjadi tempat persinggahan bagi pelaut- pelaut yang berkeiling dunia dengan berbagai tujuan, seperti berdagang dan lain sebagainya.
Indonesia merupakan bangsa yang dikaruniai Tuhan dengan sumber daya alam yang sangat beragam dan melimpah. Mulai dari keragaman potensi alamnya, sampai keadaan penduduknya. Pertanyaannya...  Sudahkah semua itu dimanfaatkan secara bertanggung jawab? Simak cerita berikut;

Di sela-sela istirahat, Pak Anto dan Beni memerhatikan lingkungan alam sekitar. Di sebelah timur mengalir sungai dengan aliran airnya yang jernih dan deras. Di sebelah barat terbentang luas ladang sayur. Di sebelah utara berbaris perbukitan yang ditumbuhi berbagai pohon. Adapun di sebelah selatan berdiri tegak gunung tempat hidup berbagai tumbuhan dan satwa.

“Pak, saya merasa sangat beruntung lahir dan hidup di Indonesia. Tanahnya subur dan alamnya sangat kaya,” kata Beni

“Beni, kekayaan dan keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tidak sebatas sumber daya alamnya saja. Namun, juga kondisi kependudukannya. Jumlah penduduk Indonesia sekarang ini sekitar 254 juta jiwa. Penduduk tersebut tersebar hampir di 13.466 ribu pulau yang ada (menurut kepala Badan Informasi Geospasial), dari Sabang sampai Merauke. Masing-masing pulau atau wilayah memiliki beragam suku, adat, budaya, ras, agama, dan golongan. Dari sekian banyak penduduk tersebut juga terdiri atas beragam latar belakang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya,” jelas Pak Anto.

“Wah, saya makin bangga jadi anak Indonesia,” sahut Beni.

Ayo Mengamati
Amatilah peta persebaran kepadatan penduduk di Indonesia berikut.

Ayo Mencoba!
Berdasarkan peta di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
PertanyaanJawaban
Pulau manakah yang paling padat
penduduknya di Indonesia?
Pulau terpadat penduduknya adalah
Pulau Jawa
Pulau manakah yang paling
sedikit penduduknya di
Indonesia?
Pulau yang paling sedikit penduduknya
adalah pulau Papua
Berapakah jumlah kepadatan
penduduk Provinsi Lampung?
Jumlah kepadatan penduduk Provinsi
Lampung adalah 50 -100 orang per km2
Berapakah jumlah kepadatan
penduduk Provinsi Papua Barat?
Jumlah kepadatan penduduk Provinsi
Papua Barat adalah kurang dari 10 orang
per km2
Berapakah jumlah kepadatan
penduduk Provinsi tempat
tinggalmu?
Aku tinggal di Provinsi Jawa Tengah.
Kepadatan penduduk Provinsi Jawa Tengah
adalah 600 -1200 orang per km2

Ayo Mengamati!
Wilayah Indonesia yang sangat luas dan berupa kepulauan telah mengakibatkan keberagaman penduduknya, salah satunya adalah keberagaman suku. Amatilah peta persebaran suku-suku bangsa yang ada di Indonesia.
Kamu telah mengamati dan memahami persebaran suku-suku bangsa di Indonesia melalui peta di atas. Sekarang sebutkan dan tunjukkan suku-suku yang mendiami pulau-pulau yang ada di Indonesia berikut.

Ayo Berlatih!
Pasangkan antara pulau dengan suku bangsa yang tepat dengan menarik garis.
Selain keberagaman suku bangsa, Indonesia juga dianugerahi keberagaman agama. Saat ini ada 6 agama yang diakui oleh pemerintah untuk dianut oleh masyarakat, yakni Islam, Kristen, Katholik, Buddha, Hindu, dan Konghucu. Adapun Islam menjadi agama dengan jumlah pemeluk terbesar di Indonesia. Coba diskusikan dengan temanmu, daerah-daerah persebaran agama di Indonesia.
Berilah tanda-tanda seperti berikut pada daerah-daerah di peta sesuai persebaran agamanya.
Wah, beragam sekali ya penduduk Indonesia. Untuk mengetahui keberagaman kondisi penduduk Indonesia bisa kamu mulai dengan mengamati lingkungan tempat tinggalmu. Kamu dapat mengetahuinya dengan melakukan wawancara dengan orang tua, perangkat RT dan RW, Kepala Desa, ataupun tokoh masyarakat.

Masyarakat yang tinggal di daerah kalian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Indonesia terdiri atas 34 provinsi dengan ribuan pulau yang ada di dalamnya. Luas dan besarnya wilayah Indonesia berpengaruh terhadap banyaknya keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

Keberagaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang terdapat banyak perbedaan dalam berbagai bidang di Indonesia. Perbedaan tersebut terutama dalam hal suku bangsa, ras, agama, keyakinan, ideologi politik, sosial-budaya, ekonomi, dan jenis kelamin. Keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan bangsa.

Faktor penyebab keberagaman suku bangsa dan budaya masyarakat di Indonesia

Kebaragaman masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang datang dari dalam maupun luar masyarakat. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor alam, diri sendiri, dan masyarakat . Secara umum keberagaman masyarakat Indonesia disebabkan oleh:

1. Letak strategis wilayah Indonesia
Coba kalian amati letak geogarfi Indonesia dalam peta dunia. Letak Indonsia yang stategis yaitu di antara dua Samudera Pasific dan Samudera Indonesia, serta dua benua Asia dan Australia mengakibatkan wilayah kita menjadi jalur perdagangan internasional. Lalu lintas perdangangan tidak hanya membawa komoditas dagang, namun juga pengaruh kebudayaan mereka terhadap budaya Indonesia. Kedatangan bangsa asing yang berbeda ras, kemudian menetap di Indonesia mengakibatkan perbedaan ras. Juga agama dan kepercayaan mereka.

2. Kondisi negara kepulauan
Negara Indonesia terdiri beribu-ribu pulau yang secara fisik terpisah-pisah. Keadaan ini menghambat hubungan antarmasyarakat Indonesia dari pulau yang berbeda-beda. Setiap masyarakat di kepulauan mengembangkan budaya mereka masing-masing, sesuai dengan tingkat kemajuan dan lingkungan masing-masing. Hal ini mengakibatkan perbedaan suku bangsa, bahasa, budaya, peran laki-laki dan perempuan, dan kepercayaan atau agama di Indonesia.

3. Perbedaan kondisi alam
Kondisi alam yang berbeda seperti daerah pantai, pegunungan, daerah subur, padang rumput, pegunungan, dataran rendah, rawa, laut mengakibatkan perbedaan masyarakat. Juga kondisi kekayaan alam, tanaman yang dapat tumbuh, hewan yang hidup di sekitarnya. Masyarakat di daerah pantai berbeda dengan masyarakat pegunungan, seperti perbedaan bentuk rumah, mata pencaharian, makanan pokok, pakaian, kesenian, bahkan kepercayaan.

4. Keadaan transportasi dan komunikasi
Kemajuan sarana transportasi dan komunikasi juga mempengaruhi perbedaan masyarakat Indonesia. Kemudahan sarana ini membawa masyarakat mudah berhubungan dengan masyarakat lain, meskipun jarak dan kondisi alam yang sulit. Sebaliknya sarana yang terbatas juga memjadi penyebab keberagaman masyarakat Indonesia.

5. Penerimaan masyarakat terhadap perubahan
Sikap masyarakat terhadap sesuatu yang baru baik yang datang dari dalam maupun luar masyarakat membawa pengaruh terhadap perbedaan masyarakat Indonesia. Ada masyarakat yang mudah menerima orang asing atau budaya lain, seperti masyarakat perkotaan. Namun ada juga sebagian masyarakat yang tetap bertahan pada budaya sendiri, tidak mau menerima budaya luar.

Ayo Membaca
Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
Kerukunan umat beragama merupakan bentuk hubungan antarmanusia yang damai berkat adanya toleransi beragama. Toleransi beragama adalah suatu sikap saling mengerti dan menghargai tanpa adanya sikap membeda-bedakan dan mengecilkan umat agama lain.

Kerukunan umat beragama sangat penting bagi bangsa Indonesia untuk mencapai kesejahteraan hidup. Seperti yang telah kita ketahui bahwa Indonesia memiliki keragaman yang begitu banyak, salah satunya adalah agama. Meskipun mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam, namun ada beberapa agama lain yang juga dianut, yakni Buddha, Hindu, Kristen, Katholik, dan Konghucu. Setiap agama tentunya memiliki aturan masing-masing dalam menjalankan ajaran agamanya. Namun, perbedaan ini bukanlah alasan menjadi pemecah belah, namun justru menjadi pemersatu dan memperkaya nilai-nilai dalam masyarakat. Sebagai satu saudara dalam tanah air yang sama, kita harus menjaga kerukunan umat beragama agar bangsa dan negara kita tetap menjadi satu kesatuan yang utuh.

Tri Kerukunan Umat Beragama merupakan program yang dicanangkan pemerintah untuk menciptakan kehidupan beragama damai dan rukun. Program ini menghendaki adanya kerukunan antarumat beragama dalam satu agama (intern umat beragama), kerukunan antara umat beragama yang satu dengan agama lain, dan kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah munculnya konflik dalam kehidupan beragama.

Tri Kerukunan Umat Beragama bertujuan agar masyarakat Indonesia bisa hidup dalam kebersamaan, meskipun banyak perbedaan. Program ini harus diwujudkan agar tidak terjadi pengekangan dan pengurangan hak-hak dalam menjalankan ajaran agama, seperti dalam pendirian rumah ibadah, pelaksanaan ibadah dan hari besar keagamaan, serta penyiaran agama.

Tri Kerukunan Umat Beragama dimulai dengan kerukunan antarumat beragama dalam satu agama (intern umat beragama). Perbedaan pandangan dalam satu agama dapat memicu terjadinya konflik dalam agama itu sendiri. Oleh karena itu perbedaan pandangan ini haruslah diupayakan agar tidak saling merasa bahwa pandangannya adalah yang paling benar.

Tri Kerukunan Umat Beragama selanjutnya adalah kerukunan antarumat beragama yang memiliki pengertian kehidupan yang rukun antar masyarakat meskipun berbeda agama dan keyakinan. Dalam hal ini tidak terjadi sikap saling curiga mencurigai serta selalu menghormati agama masing-masing. Selain itu juga tidak saling memaksakan agama kepada orang lain.

Adapun Tri Kerukunan Umat Beragama yang terakhir adalah kerukunan antarumat beragama dengan pemerintah mengandung pengertian bahwa tiap-tiap umat beragama dapat bekerja sama dan bermitra secara baik dengan pemerintah dalam menjaga kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam hal ini para tokoh agama dan pemerintah sangat diperlukan perannya dalam mencari solusi yang baik tanpa merugikan pihak manapun.

Tentukan ide pokok dari masing-masing paragraf bacaan di atas.

ParagrafIde Pokok
1Kerukunan umat beragama merupakan
bentuk hubungan antarmanusia yang
damai berkat adanya  toleransi beragama.
2Kerukunan umat beragama sangat penting
bagi bangsa Indonesia untuk mencapai
kesejahteraan hidup.
3Tri Kerukunan Umat Beragama merupakan
program yang dicanangkan pemerintah untuk
menciptakan kehidupan beragama damai dan rukun.
4Tri Kerukunan Umat Beragama bertujuan agar
masyarakat Indonesia bisa hidup dalam kebersamaan,
meskipun banyak perbedaan.
5Tri Kerukunan Umat Beragama dimulai dengan
kerukunan antarumat beragama dalam
satu agama (intern umat baragama).
6Tri Kerukunan Umat Beragama selanjutnya adalah
kerukunan antarumat beragama yang memiliki pengertian
kehidupan yang rukun antarmasyarakat meskipun
berbeda agama dan keyakinan.
7Tri Kerukunan Umat Beragama yang terakhir adalah
kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah
mengandung pengertian bahwa tiap-tiap umat beragama
dapat bekerja sama dan bermitra secara baik
dengan pemerintah dalam menjaga
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menjaga kerukunan beragama merupakan perilaku yang baik yang harus dilakukan oleh siapa pun. Hal tersebut juga mencerminkan penerapan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sila Pancasila, terutama Sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
Ayo Mencoba!

SilaNilai Luhur
1Bebas mememeluk agama dan menjalankan ibadah,
rajin beribadah, tidak memaksakan agama kepada orang lain,
menghormati orang lain yang sedang beribadah dan
merayakan hari besar agamanya.
2Berteman tanpa membeda-bedakan latar belakangnya,
tidak berpihak sebelah dalam menyelesaikan masalah,
menjenguk orang yang sakit,
membantu orang lain yang kesusahan.
3Gotong royong, kerja kelompok, mempelajari kebudayaan dari daerah lain,
mencintai kebudayaan asli daerahnya sendiri,
mencintai produk-produk buatan dalam negeri.
4Pemilu, musyawarah untuk mufakat, pemilihan kepala desa,
menghargai pendapat orang lain,
tidak memaksakan kehendak dan pendapat kepada orang lain,
melaksanakan keputusan bersama secara ikhlas dan
bertanggung jawab.
5Memiliki kedudukan yang sama di muka hukum,
melaksanakan pembangunan dan menikmati hasil-hasil
pembangunan nasional secara bertanggung jawab

Pancasila menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia, maka dari itu perilaku dan sikap masyarakatnya haruslah mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila. Meskipun demikian, sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari perilaku orang-orang sekitar kita yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
Berikut beberapa contoh perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

LingkunganPerilaku yang Tidak Sesuai dengan
Nilai-Nilai Pancasila
Sekolah•• Memilih teman hanya yang kaya saja
•• Tidak mau meminjamkan peralatan sekolah
kepada teman.
•• Menyontek
•• Berkelahi
•• Tidak mau mengikuti upacara bendera
•• Mengejek teman
Rumah•• Tidak melaksanakan ibadah sesuai dengan
agamanya
•• Tidak mau berbagi makanan dengan
anggota keluarga yang lain
•• Bermalas-malasan
•• Membantah orang tua
•• Memaksakan kehendak kepada anggota
keluarga
•• Berbohong
Masyarakat•• Tidak mau menjenguk tetangganya yang
sakit
•• Melarang orang lain melakukan
peribadahan sesuai dengan agamanya
•• Minum-minuman keras dan berjudi
•• Tidak mau mengikuti kegiatan kerja bakti,
ronda, dan rapat lingkungan
•• Suka pamer kekayaan
•• Mencuri
•• Menganiaya teman
•• Melakukan kekerasan

Banyak faktor yang membuat bangsa Indonesia menjadi sebuah bangsa yang besar yang bisa disandingkan dengan bangsa-bangsa besar lainnya di dunia. Banyak faktor pula yang menjadikan kita semakin bangga menjadi warga negara Indonesia. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Nilai-nilai luhur yang hidup di tengah-tengah masyarakat.
  • Wilayahnya yang luas dan berupa kepulauan.
  • Letak geografis dan strategisnya.
  • Besarnya jumlah penduduk.
  • Beragamnya suku, agama, ras, dan golongan.
  • Beragamnya budaya, sosial, dan ekonomi.

Keberagaman yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia tidak terlepas dari pengaruh luasnya wilayah Indonesia. Wilayah Indonesia berupa kepulauan yang terdiri atas pulau besar dan kecil baik yang berpenghuni maupun yang tidak berpenghuni. Meskipun demikian, keberagaman ini bukanlah menjadi pemecah, justru menjadi pemersatu bangsa dengan berlandaskan Pancasila.

No comments for "Persebaran Penduduk, Suku Bangsa, dan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia"