Kelas 6, Tema 7, Subtema 2, Pembelajaran 3, Pemimpin Idolaku

Sekarang kita sudah sampai di Pembelajaran 3, Subtema 2. Fokus pembelajaran pada pembelajaran 3 kali ini adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPS, Matematika, dan PPKn. Masih di subtema 2, pemimpin idolaku, bahwa Salah satu tugas pemimpin adalah menyatukan anggotanya. Maukah kamu melakukannya? Bagaimana dengan pemimpin idolamu? Wilayah Indonesia sangat luas, dari Sabang hingga Merauke. 

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk karena terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, agama, adat-istiadat, serta kebiasaan yang berbeda-beda. Bangsa Indonesia merupakan bangsa besar yang memiliki karakteristik menonjol, yaitu terletak pada kemajemukan masyarakatnya. Karakteristik tersebut menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang istimewa, bangsa yang berbeda dengan bangsa lainnya di dunia. Bangsa Indonesia merupakan kesatuan dari lebih seribu suku atau etnik yang tersebar lebih dari 17.000 pulau. Dalam hal ini menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang plural dan multietnik. Masyarakat yang majemuk merupakan keistimewaan tersendiri untuk suatu bangsa dikarenakan disana terdapat keanekaragaman kebudayaan yang dapat dijadikan sebagai pedoman ideologi bertindak, berpikir dan bersosial-budaya. Masyarakat yang majemuk atau multietnik terdiri dari berbagai macam kebudayaan yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa majemuk yang kemajemukannya diwariskan sejak awal peradaban dunia mulai berkembang. Kemajemukan tersebut menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang kaya akan nilai sejarah dan budaya. Kemajemukan yang beraneka ragam tersebut terbentuk dikarenakan beberapa hal salah satunya adalah dikarenakan letak geografis bangsa Indonesia yang terdiri dari pulau – pulau yang saling terpisah antara satu dan lainnya.
Bagaimana kita mempertahankan persatuan dan kesatuan? Banyak caranya. Ayo, kita belajar dari cerita berikut!
Kepala Sekolahku, Pemimpin Idolaku

Termenung Pak Welly memandang brosur di hadapannya. Lomba Pidato Anak bertema “Bersatu untuk Maju”. Begitu tertulis pada judul brosur. Beliau berpikir keras. Ingin sekali ia mengirim Sudin untuk ikut lomba yang akan diselenggarakan di kota. Tetapi dari mana dananya?

Pak Welly, Kepala Sekolah Dasar Cemara di pelosok Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Beliau lahir di Labuha, Maluku Utara. Setelah lulus pendidikan guru ia pergi merantau ke tanah Jawa untuk mempraktikkan ilmunya. Di sekolah ini, muridnya juga berasal dari berbagai daerah.
Pak Welly senang melihat interaksi antara murid-muridnya. Mereka belajar dan bermain bersama, tanpa mempersoalkan asal-usul.

Semua unik, baik karakter maupun kecerdasannya. Sudin adalah penduduk asli di sini. Ia seorang anak yang suka membaca, percaya diri, dan komunikatif. Pak Welly ingin Sudin memperoleh pengalaman berharga melalui lomba pidato.

Sambil berpikir bagaimana memperoleh dana, Pak Welly mendaftarkan Sudin sebagai peserta lomba. Ia sendiri yang turun tangan melatih Sudin tiap usai sekolah. Semakin dekat ke hari lomba, Pak Welly risau. Andai saja gajinya cukup untuk mendanai Sudin ke kota, pikirnya.

Hingga suatu sore terlintas ide di benaknya. Dipandangnya kebun pisang di belakang sekolah. Hampir semua pohon sudah berbuah dan siap panen. Esok paginya ia mengerahkan guru, penjaga sekolah, serta murid kelas 5 dan 6. Mereka bergotong royong memanen pisang. Kemudian di hari Senin pagi, ia mengundang pejabat setempat untuk hadir pada upacara bendera. Bapak Bupati, Bapak Camat, Bapak Lurah, Kepala Dinas Pendidikan serta Ketua RW dan Ketua RT dimintanya datang. Apa yang direncanakan Pak Welly?

Rupanya Pak Welly ingin menyelenggarakan lelang pisang di sekolah. Murid kelas 5-6 sudah dilatihnya untuk menjadi petugas lelang. Siapa calon pembelinya? Para bapak dan ibu pejabat daerah yang diundangnya. Sebelum lelang dimulai, ia sampaikan bahwa dana hasil lelang akan digunakan untuk mengirim Sudin mengikuti lomba pidato di kota. Para pejabat kagum dan terharu menyaksikan usaha Pak Welly, sang kepala sekolah dari timur negeri. Tekad serta usaha mendukung kemajuan muridnya sungguh menyentuh hati. Dalam sekejap pisang-pisang habis dilelang. Dana yang terkumpul lebih dari cukup untuk memberangkatkan Sudin. Seakan semua bersatu padu membantu Pak Welly mewujudkan harapannya.

Didampingi Pak Seto, guru kelasnya, Sudin pun berangkat ke kota. Tak terkira bangga dan syukurnya. Tak membuang kesempatan, Sudin berhasil mempersembahkan piala juara pertama lomba pidato untuk sekolahnya. Tak sia-sia usaha Pak Welly dan teman-teman sekolahnya. Terbukti benar tekad Pak Welly. Tak perlu ragu untuk maju. Selalu ada jalan ketika kita menggalang persatuan untuk mewujudkan mimpi dan harapan.
Jawablah pertanyaan berikut:
1. Mengapa kepala sekolah pada cerita di atas menjadi pemimpin idola?
  • Karena belia mau memperjuangkan muridnya memperoleh pengalaman berharga melalui lomba pidato. Beliau juga mau berkorban demi kemajuan anak didiknya.
2. Apakah kepala sekolah pada cerita sudah mengamalkan nilai-nilai persatuan? Jelaskan!
  • Sudah. Walaupun Pak Welli berasal dari luar daerah, beliau tidak membeda-bedakan. Selain itu, Pak Welli juga pergi merantau ke tanah Jawa untuk mempraktikkan ilmunya. Di sekolah, muridnya juga berasal dari berbagai daerah. Walaupun demikian interaksi antara berlangsung cukup baik. Mereka belajar dan bermain bersama, tanpa mempersoalkan asal-usul.
3. Apa alasan kepala sekolah membantu Sudin untuk mengikuti lomba pidato?
  • Pak Welly ingin Sudin memperoleh pengalaman berharga melalui lomba pidato.
4. Apa yang bisa kita teladani dari sosok kepala sekolah tersebut?
  • Sikap rela berkorban tanpa pamrih, tidak membeda-bedakan suku dan golongan, menggalang persatuan untuk mewujudkan mimpi dan harapan.
5. Apakah yang menyebabkan Sudin akhirnya dapat pergi mengikuti kompetisi? Jelaskan!
  • Perjuangan seorang pemimpin yaitu Pak Welli sebagai Kepala sekolah menggalang persatuan sampai akhirnya Sudin dapat mengikuti kompetisi dan mewujudkan impian serta harapan bersama.
6. Bagaimana menurutmu hubungan antara kepala sekolah dengan bupati, kepala dinas serta pejabat daerah lainnya? Apa yang membuatmu menyimpulkan seperti itu?
  • Hubungan antara kepala sekolah dengan bupati, kepala dinas serta pejabat daerah lainnya berjalan cukup baik. Para pejabat mau hadir di upacara untuk mengikuti lelang, menggalang dana untuk Sudin. Mereka semua bersatu demi sebuah impian dan harapan.
Berdasarkan jawabanmu, buatlah tulisan mengenai kepala sekolah, sang Idola.
  • Kepala Sekolah adalah seorang pemimpin. Salah satu tugas pemimpin adalah menyatukan anggotanya. Selain itu, seorang pemimpin juga harus mengamalkan persatuan dan kesatuan. Dan Pak Welli telah melakukannya. Walau berasal dari luar daerah, belia mengamalkan ilmunya di daerah lain. Sebagai seorang pemimpin beliau juga ingin salah satu siswanya mendapat pengalaman berharga, meraih impian dan harapan. Dan dengan tekad serta usaha mendukung kemajuan muridnya beliau melakukan hal yang menyentuh hati. Melakukan lelang, menggalang persatuan hingga impian dan harapan itu terwujud. 
Ayo Cari Tahu
Agar persatuan dan kesatuan terjaga, maka negara membutuhkan pejabat-pejabat untuk mewujudkannya. Diskusikanlah posisi-posisi di bawah ini dan temukan hubungannya satu dengan yang lain. Jangan lupa, kamu juga harus mengetahui apa yang menjadi tanggung jawab setiap posisi tersebut. Kamu dapat mencari informasi tersebut melalui berbagai sumber, misalnya melalui buku di perpustakaan atau bertanya kepada guru-gurumu.

1. Presiden
Presiden merupakan kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Dalam melaksanakan tugasnya, Presiden Republik Indonesia dibantu oleh seorang wakil presiden yang dipilih bersamaan dengannya melalui pemilihan umum, serta membentuk beberapa kementerian negara yang dipimpin oleh menteri-menteri negara. Menteri-menteri negara ini dipilih dan diangkat serta diberhentikan oleh Presiden sesuai dengan kewenangannya.

2. Gubernur
Gubernur merupakan kepala daerah untuk wilayah provinsi. Dalam menjalankan tugasnya, gubernur dibantu oleh seorang wakil gubernur. Gubernur dan wakil gubernur dipilih secara langsung oleh rakyat dalam pemilihan kepala daerah. Oleh karena itu, gubernur harus bertanggung jawab kepada rakyat. Gubernur dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintahan pusat harus bertanggung jawab kepada presiden. Masing-masing provinsi dibagi atas kabupaten dan kota.

3. Bupati dan walikota
Bupati adalah sebutan untuk kepala daerah tingkat kabupaten. Seorang bupati sejajar dengan wali kota, yakni kepala daerah untuk daerah kotamadya. Bupati memiliki tugas dan wewenang memimpin penyelenggaraan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD kabupaten. Bupati dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat di kabupaten setempat. Bupati merupakan jabatan politis (karena diusung oleh partai politik), dan bukan Pegawai Negeri Sipil.

4. Lurah
Lurah merupakan pimpinan dari Kelurahan sebagai Perangkat Daerah Kabupaten atau Kota. Seorang Lurah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Camat. Tugas Lurah adalah melaksanakan Kewenangan Pemerintah yang dilimpahkan oleh Camat sesuai karakteristik wilayah dan kebutuhan Daerah serta melaksanakan Pemerintahan lainnya berdasarkan ketentuan Peraturan perundang-undangan.

5. RW dan RT
RW atau Rukun Warga adalah pembagian wilayah di Indonesia di bawah Desa atau Kelurahan. Rukun Warga bukanlah termasuk pembagian administrasi pemerintahan, dan pembentukannya adalah melalui musyawarah masyarakat setempat dalam rangka pelayanan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Desa atau Kelurahan.
RT atau Rukun Tetangga juga bukanlah termasuk pembagian administrasi pemerintahan, dan pembentukannya adalah melalui musyawarah masyarakat setempat dalam rangka pelayanan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Desa atau Kelurahan. Rukun Tetangga dipimpin oleh Ketua RT yang dipilih oleh warganya. Sebuah RT terdiri atas sejumlah rumah atau KK (kepala keluarga).

Ayo Lakukan
Di dalam cerita di atas disebutkan tentang suatu poster yang menggugah kepala sekolah untuk berbuat. Menurutmu, mengapa poster tersebut bisa menarik perhatian pembacanya? Setelah poster diserahkan kepada Sudin, Sudin membuat rencana teks pidatonya. Ini adalah hasil rancangannya.
”Selamat pagi bapak, ibu, dan teman-teman semua. Hari ini kita akan saling berbagi cerita dan pengalaman tentang persatuan. Saya akan menyampaikan kisah saya mengenai persatuan, lalu saya akan belajar dari kisah teman-teman.”

“Menurut saya, persatuan itu sangat penting, karena dengan bersatu tugas-tugas yang harus kita kerjakan akan menjadi lebih mudah. Dengan adanya persatuan pula kita bisa belajar dari perbedaan-perbedaan yang ada.” “Saya telah mengalami dan merasakan sendiri betapa bergunanya persatuan. Sekolah saya adalah sekolah yang murid maupun gurunya berasal dari daerah yang berbeda-beda. Beberapa teman saya adalah anak dari Indonesia Timur. Bahkan kepala sekolah saya, Pak Welly juga berasal dari sana, kami tidak pernah membeda-bedakan suku, ras, budaya, dan lainnya. Kami selalu mendukung satu sama lain. Walaupun berasal dari Indonesia Timur, Pak Welly tidak hanya mementingkan murid-muridnya yang berasal dari timur. Pak Welly tidak ragu untuk juga mempercayai kemampuan murid-muridnya yang berasal dari tanah Jawa untuk maju. Saya juga belajar banyak dari budaya teman-teman saya yang sangat beragam.”

“Bagi sekolah di pelosok kabupaten, bukan hal yang mudah untuk mengirim saya ke sini, karena sekolah kami tidak memiliki cukup biaya. Kepala sekolah kami memiliki cara yang cerdik untuk mengumpulkan dana. Ia meminta bantuan kepada saya dan teman-teman untuk melelang pisang di halaman sekolah. Yang membeli pejabat-pejabat di daerah. Pak Bupati, Pak Camat, Pak Lurah bahkan Ketua RW dan Ketua RT hadir mendukung. Meskipun hanya saya yang datang ke sini, namun di belakang saya semua ikut berpartisipasi. Itulah mengapa, saya sudah merasakan bahwa persatuan sangat penting dan berguna.”

“Itulah pengalaman saya tentang persatuan. Bagaimana cerita teman-teman? Saya juga ingin mendengar dan belajar dari cerita kalian. Terima kasih.”
Tulislah pendapatmu mengenai isi pidato Sudin. Kamu bisa menilai pidatonya dengan memberi tanda cek (V) pada kolom yang sesuai berikut.
Ayo Berlatih
Sebelum berangkat, kepala sekolah dan guru-guru mengumpulkan pakaian dan celana panjang untuk Sudin. Semuanya adalah sumbangan dari para pejabat. Banyak sekali pakaian dan celana yang terkumpul. Sayangnya, tas pakaian Sudin hanya memuat empat pasang pakaian. Akhirnya Kepala Sekolah meminta para guru dan siswa untuk membantu memilihkan pakaian-pakaian tersebut.

Teman Sudin melakukan percobaan dengan pasangan pakaian tersebut. Ia membuat lingkaran dan menggambar pasangan pakaian dengan mencantumkan nomor secara urut 1-8. Kemudian Ia memutar lingkaran sebanyak satu kali. Menurutmu, berapa peluang untuk pasangan pakaian no 1, 6, 7 dan 8 untuk terpilih. Sekarang lakukan percobaan sebanyak 50 kali dan urutkan hasil peluangmu mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar atau sebaliknya.

No comments for "Kelas 6, Tema 7, Subtema 2, Pembelajaran 3, Pemimpin Idolaku"