Kelas 6, Tema 7, Subtema 1, Pembelajaran 5, Kepemimpinan di Sekitarku

Apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga? Pemimpin yang baik selalu memikirkan persatuan dan kesatuan penduduknya. Untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yaitu “bangsa yang merdeka, bersatu adil dan makmur” serta tujuan bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam alinea ke-4 pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial” diperlukan seorang pemimpin yang mampu untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan tersebut. Salah satu tipe pemimpin yang cocok dibutuhkan Indonesia kedepan adalah tipe pemimpin dengan jiwa kepemimpinan Pancasila.

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk memelihara persatuan dan kesatuan adalah dengan melakukan komunikasi. Ayo, baca teks berikut untuk lebih tahu lagi tentang persatuan dan kesatuan!
Pentingnya Budaya Tegur Sapa
Senangnya tinggal di Kampung Sereh Wangi. Kedekatan hubungan antarwarga membuat mereka saling menjaga.
Tidak semua warga Kampung Sereh Wangi merupakan penduduk asli. Sebagian warga merupakan pendatang, mereka masuk ketika kampung ini dibuka sebagai wilayah transmigrasi. Walau demikian, perbedaan asal usul tidak merenggangkan kedekatan mereka.
Kedekatan antarwarga dimulai dengan kebiasaan saling tegur sapa. Ketika berpapasan di lorong antar rumah, di jalan, atau di pasar tak pernah terlewat untuk saling menegur. Sekedar mengucap “Selamat pagi, selamat siang, selamat sore” sampai bertukar kabar atau berbincang sejenak. Semua saling kenal, semua saling peduli.
Di ujung jalan, tinggal Nenek Ijah seorang diri. Ia penghuni tertua di sini. Walau begitu ia masih mandiri melakukan kesibukan di rumahnya. Kadang ia terlihat menyapu pelan daun-daun di halaman rumah. Lain waktu ia duduk beristirahat di beranda. Pak Tulus, sang kepala desa, rajin menyapa Nenek Ijah. Pagi hari, sambil berangkat kerja, ia kerap mampir untuk sekedar mengantarkan ubi atau singkong rebus. Sore hari ia lewat lagi seraya melambai pada Nenek Ijah yang duduk di beranda.
Pada suatu pagi, Pak Tulus tidak menjumpai Nenek Ijah di halamannya. Sore harinya beranda rumah nenek Ijah masih tetap sepi. Pak Tulus menyempatkan untuk singgah. Pak Tulus mengetuk pintu, tetapi tak dijawab. Pak Tulus membuka pintu dan melangkah masuk. Betapa terkejut beliau menjumpai Nenek Ijah terkulai lemas di dipan ruang tengahnya. Diraba dahinya, terasa agak hangat. Rupanya Nenek Ijah sakit. Pak Tulus menyesal tidak menyempatkan mampir tadi pagi. Namun, belum terlambat. Pak Tulus mengajak beberapa warga, membawa Nenek Ijah ke dokter terdekat. Pak Tulus mengatur jadwal warga yang akan bergantian menjaga Nenek Ijah sampai pulih. Tidak ada warga yang menolak. Semua sukarela membantu. Mereka tahu, kelak suatu ketika mereka dalam kesulitan, pasti akan dibantu.
Budaya tegur sapa menjadi perekat warga. Budaya tegur sapa membangun kepedulian terhadap sesama.
Apa yang ingin kamu ketahui lagi tentang budaya tegur sapa? Tulislah pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang budaya tersebut dan diskusikan jawabannya dengan teman satu kelompokmu!
  • Apa manfaat saling bertegur sapa?
  • Apakah tegur sapa merupakan bentuk komunikasi?
  • Untuk apa manusia saling bertegur sapa?
  • Hewan yang disebut-sebut sering melakukan tegur sapa adalah semut. Mengapa semut melakukan hal itu?
  • Apakah budaya tegur sapa merupakan budaya yang baik? jelaskan!
Dari bacaan di atas, buatlah kesimpulan tentang budaya tegur sapa dan nilai-nilai kepemimpinan yang dimiliki oleh tokohnya.

Budaya tegur sapa merupakan salah satu pengamalan dari nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Budaya tersebut merekatkan kekeluargaan dan memunculkan persatuan. Berikut adalah beberapa contoh lain dari pengamalan nilai-nilai persatuan dan kesatuan.
  • Menjaga kekeluargaan
  • Memunculkan nilai-nilai gotong royong dan musyawarah
  • Melindungi hak asasi manusia
  • Meningkatkan semangat Bhineka Tunggal Ika
  • Menghindari perpecahan yang disebabkan oleh isu SARA
Ternyata budaya tegur sapa dapat merekatkan kekeluargaan dan meningkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat. Dengan bertegur sapa, kita telah menjalin komunikasi dan memberi perhatian. Seorang pemimpin yang baik selalu mengutamakan tegur sapa agar kekeluargaan selalu terjaga.

Ayo Mencoba
Untuk meningkatkan semangat kekeluargaan di sekolah dan lingkunganmu, ayo menulis pidato tentang pentingnya budaya tegur sapa.
Teks pidato harus memuat:
1. Salam pembuka
Berisikan kalimat sapaan (selamat pagi, selamat siang, selamat malam dan lain-lain)
2. Pendahuluan
Memaparkan topik permasalahan yang akan dibahas. Kali ini kamu akan membahas pentingnya budaya tegur sapa bagi masyarakat.
3. Inti
Berisikan pembahasan topik secara lengkap. Kalimat ajakan atau bujukan digunakan untuk mengajak pendengar melakukan kegiatan yang diharapkan. Keterangan lengkap tentang topik disampaikan secara rinci. Untuk melengkapi topikmu, kamu harus menambahkan contoh– contoh yang mendukung manfaat budaya tegur sapa.
4. Penutup
Penyampaian rangkuman atau intisari topik yang telah disampaikan.
5. Salam penutup
Berisi kalimat salam penutup seperti ‘terima kasih’.

Teks Pidato Budaya Tegur Sapa
Assalamualaikum wr. wb,
Yang Terhormat Bapak Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Guru,  serta teman-teman yang saya sayangi. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul di tempat yang baik ini. Selanjutnya perkenankanlah saya menyampaikan sedikit ulasan mengenai pentingnya tegur sapa bagi masyarakat.
Di dalam kehidupan bermasyarakat,kita sebagai pelaku tentunya tidak bisa hidup sendiri sendiri. pada hakikatnya kita lahir ke dunia ini dengan perantara seorang Ibu dan juga para ahli medis. Tidak bisa dipungkiri bersosialisasi itu sangat penting. karena itu bersosialisasi dimulai dengan tegur sapa. Dengan bertegur sapa kita bisa lebih mengenal sedikit tentang orang yang kita jumpai. seperti pepatah “Tak kenal maka tak sayang”. Begitu pun dengan tegur sapa.
jika kita bertemu orang yang kita kenal,hendaklah menyapanya. karena itu bisa memperbaiki image kita dimata orang-orang. jika kita setiap bertemu orang memasang wajah cemberut,maka orang yang kita jumpa pun tak akan senang kepada kita. Bila menyapa sangat susah untuk dilakukan,setidaknya sesungging senyum bisa menggantikannya.
Tegur sapa merupakan ucapat atau perkataan untuk menegur, kemudian mengajak bercakap-cakap dan sebagainya. Dengan adanya tegur sapa persahabatan dan persaudaraan akan semakin erat. Selain itu mengucapkan salam dan menjawab salam merupakan perintah dari Allah SWT yang wajib kita lakukan.
Dalam kehidupan bermasyarakat bertegur sapa memiliki banyak manfaat yang dapat kita peroleh. Dengan tegur sapa kita kita dapat mengenal orang yang baru kita kenal sehingga menambah jumlah teman. Tegur sapa dapat menjadi awalan untuk berkomunikasi secara langsung. Meskipun responnya bermacam-macam, baik positif atau negatif, tapi spontan bisa dirasakan.
Budaya tegur sapa menjadi perekat warga. Budaya tegur sapa membangun kepedulian terhadap sesama. Ternyata budaya tegur sapa dapat merekatkan kekeluargaan dan meningkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat. Dengan bertegur sapa, kita telah menjalin komunikasi dan memberi perhatian. Seorang pemimpin yang baik selalu mengutamakan tegur sapa agar kekeluargaan selalu terjaga.
Budaya tegur sapa dapat mengasah kepedulian sosial dan menjauhi sikap dan perilaku individualisme. Inilah sikap yang menjadikan salah satu dasar keberhasilan kita dalam pergaulan. Melalui bertegur sapa maka kita akan menebar kebaikan di manapun kita berada.
Pengaruh globalisasi memang telah mempengaruhi kebudayaan bangsa kita. Seringkali kita melihat di wilayah perkotaan, antara anggota masyarakat cenderung bersifat kurang peduli terhadap anggota masyarakat lain. Kita sebagai manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan dan keberadaan dari orang lain. Karena itu, marilah kita semua yang hadir pada saat ini, untuk mulai membudayakan budaya Tegur Sapa mulai dari sekarang.
Marilah kita mulai budaya tegur sapa dengan memberikan senyuman ataupun sapaan kepada orang yang kita jumpai. Membiasakan diri untuk tersenyum dan memberikan sapaan ketika kita bertemu sata sama lain dapat menciptakan lingkungan yang, ramah, dan bersahabat baik di sekolah maupun tempat yang lainnya.
Bertegur sapa juga dapat mempererat persatuan dan menjalin persaudaraan. Marilah kita saling bertegur sapa dengan siapapun orang yang kita temui. Dengan tegur sapa akan terjalin hubungan yang baik antarwarga masyarakat, rakyat dan pemimpinnya dan anggota masyarakat yang lainnya.
Yang Terhormat Bapak Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Guru, serta teman-teman yang saya hormati.
Demikian pidato yang saya sampaikan yang kesimpulannya adalah budaya tegur sapa sangat penting dalam bermasyarakat. Dengan bertegus spa kita dapat menjalin persaudaraan dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Sekali lagi marilah kita budayakan budaya tegur sapa mulai dari sekarang. Apabila dalam menyampaikan pidato ada kesalahan kata atau kalimat saya mohon maaf. Terima kasih.
Wassalamualaikum wr. wb
Ayo Berkreasi
Nilai-nilai persatuan dapat kamu tularkan sebagai seorang pelajar. Masih ingatkah kamu tentang lagu-lagu daerah yang telah kamu pelajari? Salah satu lagu daerah Indonesia yaitu Rambadia, dari Sumatera Utara. Tahukah kamu, lagu tersebut bercerita tentang sapaan terhadap pendatang atau tamu. Kamu akan mempelajari lagu tersebut. Perhatikan petunjuk gurumu untuk menyanyikan lagu dengan sikap tubuh, pernapasan, artikulasi, dan penjiwaan yang baik.



Kamu sudah mencoba untuk melestarikan budaya tegur sapa melalui lagu. Jangan lupa terus menerapkan budaya tersebut setiap hari di rumah dan di lingkunganmu.

No comments for "Kelas 6, Tema 7, Subtema 1, Pembelajaran 5, Kepemimpinan di Sekitarku"