Kelas 6, Tema 6, Subtema 2, Pembelajaran 1

Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mendefinisikan sehat sebagai tidak hanya sekedar bebas dari penyakit, tetapi sebagai kondisi sejahtera badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara ekonomis. Seseorang yang sehat tidak menglami keluhan fisik, tapi juga merasa terbebas dari tekanan psikologis dan bisa berinteraksi serta berperan secara sosial dengan lingkungannya. Kewajiban menghormati hak-hak asasi itu, antara lain dilakukan dengan cara  menciptakan persamaan akses pelayanan kesehatan, mencegah tindakan-tindakan yang dapat menurunkan status kesehatan masyarakat, melakukan langka-langkah legislasi yang dapat menjamin perlindungan kesehatan masyarakat, dan membuat kebijakan kesehatan, serta  menyediakan anggaran dan jasa-jasa pelayanan kesehatan yang layak dan memadai untuk seluruh masyarakat.

Hak atas kesehatan ini bermakna bahwa pemerintah harus menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap individu untuk hidup sehat, dan ini berarti pemerintah harus menyediakan sarana pelayanan kesehatan yang memadai dan pelayanan kesehatan yang terjangkau untuk semua.

Pelayanan kesehatan dimaksud meliputi akses terhadap jasa pelayanan kesehatan dan perawatan kesehatan yang penting, seperti akses terhadap air bersih, nutrisi, imunisasi, perumahan yang sehat, sanitasi, lingkungan dan tempat kerja yang sehat, pendidikan, dan akses terhadap informasi terkait kesehatan.

Dalam upaya pemenuhan kesehatan sebagai hak asasi manusia, maka pemerintah yang mempunyai tugas dan kewenangan untuk menyejahterakan warga negara mempunyai kewajiban untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak tersebut.

Aspek kesehatan ini harus dijadikan pertimbangan penting dalam setiap kebijakan pembangunan. Salah satu bentuk implementasinya adalah kewajiban pemerintah untuk menyediakan anggaran memadai untuk pembangunan kesehatan yang melibatkan masyarakat luas.

Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan merupakan kesejahteraan yang harus dipenuhi sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Salah satu cara menjadi negara yang kuat adalah dengan menciptakan masyarakat sehat. Hal tersebut dapat dimulai dari tingkat sekolah. Contohnya dengan adanya kantin sekolah sehat yang menyediakan makanan dalam ragam yang sederhana, tetapi sehat seperti bubur kacang hijau, bubur ayam, urap jagung, dan susu kedelai sebagai menu andalan yang diminati siswa.

Di Kampung Sehat Melati di sana ada sebuah Sekolah bernama SD Negeri Melati, tempat Rudi dan Tia bersekolah. Sejalan dengan kehidupan di lingkungan Kampung Sehat Melati, siswa SD Negeri Melati juga diajarkan untuk mempraktikkan pola hidup sehat sejak dini. Kantin sekolah yang dikelola oleh orang tua, menyediakan makanan dalam ragam yang sederhana, tetapi sehat. Bubur kacang hijau, bubur ayam, urap jagung, dan susu kedelai adalah menu andalan yang diminati siswa.

Secara bertahap, sejak pertama kali masuk di kelas 1, siswa diberikan penyuluhan oleh petugas Dinas Kesehatan agar dapat memahami bahwa jajanan di luar sekolah banyak mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh. Memang sekilas dari penampilannya, jajanan tersebut tampak menggiurkan, tetapi siapa sangka bahan pewarna, perasa, atau pengawet yang digunakannya dapat memicu seribu satu penyakit yang sangat berbahaya. Setelah mendengarkan penyuluhan ini, tanpa dilarang pun siswa umumnya memilih penganan sehat yang dijual di kantin daripada membeli dari luar sekolah.

Hidup bersih juga dijadikan pola harian yang diterapkan warga sekolah. Membuang dan memilah sampah sesuai tempatnya, rutin berolah raga, serta mencuci tangan tidak perlu lagi diingatkan. Bahkan antara siswa sendiri secara spontan saling mengingatkan dan mendorong siswa lain untuk menjalankan pola hidup bersih.
Seperti halnya di Kampung Sehat Melati, lingkungan SD Negeri Melati juga terlihat bersih dan asri. Beragam pohon dan aneka bunga dipelihara oleh siswa. Di pojok sekolah terdapat area apotek hidup. Siswa menanam sendiri beragam tanaman obat di sana. Selain mempelajari tumbuh kembangnya, secara berkelompok siswa mengolah hasilnya sesuai fungsi masing-masing tanaman obat. Dengan demikian, siswa merasakan sendiri betapa bermanfaat hasil tanamnya sebagai obat-obatan tradisional.
Rudi dan Tia bangga menjadi siswa di SD Negeri Melati. Sekolah mendidik mereka untuk menjadi agen hidup sehat bagi lingkungan. Tidak hanya di sekolah, Tia, Siti dan teman-temannya aktif menyebarluaskan pengetahuan tentang hidup bersih dan sehat dan menggerakkan warga di sekitar untuk mempraktikkannya. Bukankah ilmu yang diperoleh di sekolah memang sudah seharusnya diteruskan ke lingkungan?

Ayo bertanya...
Diskusikan gambar dan teks secara berkelompok dan buat daftar pertanyaan untuk hal yang ingin kamu ketahui lebih lanjut tentang sekolah sehat!

1. Apa saja kriteria makanan sehat?
2. Contoh zat dalam makanan yang berbahaya bagi tubuh.
3. Ada berapa jenis sampah?
4. Tanaman apa sajakah yang termasuk dalam apotek hidup, dan apa khasiatnya?
5. Apa sajakah kriteria sekolah yang sehat?

Jawab pertanyaan berikut
1. Apa yang dapat kamu pelajari dari SD Negeri Melati.
Yang dapat dipelajari dari SD Negeri Melati adalah tentang pola hidup sehat yang dimulai dari lingkungan sekolah. Contohnya makanan yang dijual di kantin sekolah merupakan makanan yang dikelola sendiri, penanaman berbagai macam pohon dan tanaman obat di area sekolah sekaligus mengolah sesuai fungsinya masing-masing, pemilahan sampah sesuai dengan tempatnya, serta menjadi agen hidup sehat bagi lingkungan.
2. Apakah hal tersebut juga perlu diterapkan di sekolahmu? Jelaskan apa yang perlu diterapkan di sekolahmu!
Ya! Hal tersebut sangat perlu diterapkan seperti makanan sehat yang dijual di kantin dan penanaman tanaman obat. 
3. Mengapa hal tersebut perlu diterapkan?
Saat ini banyak sekali makanan/jajanan yang mengandung berbagai macam zat yang dapat memicu berbagai macam penyakit. Dengan mencontoh kantin sehat SD Negeri Melati, diharapkan siswa akan terhindar dari akibat buruk zat berbahaya dalam makanan. Kemudian dengan penanaman tanaman obat bisa dimanfaatkan sebagai obat-obatan sesuai dengan fungsinya, untuk mengurangi penggunaan obat kimia yang berefek kurang baik.
4. Bagaimana cara menerapkannya?
Cara menerapkannya adalah dengan menggandeng orang tua siswa untuk mengelola atau mengolah sendiri makanan yang dijual di kantin sekolah.
5. Apa keuntungan yang akan diperoleh warga sekolahmu dengan menerapkan hal tersebut?
Selain keuntungan ekonomi dari penjualan makanan di kantin, siswa juga akan terhindar dari dampak buruk zat berbahaya yang terkandung dalam makanan seperti yang dijual di luar kantin sekolah. Siswa juga dapat merasakan manfaat dari tanaman obat yang ditanam dan diolah sendiri sesuai fungsinya masing-masing.
Ayo Cari Tahu
SD Negeri Melati mengimbau seluruh siswanya untuk mengonsumsi makanan dan minuman sehat. Siswa tidak diperkenankan jajan sembarangan. Mengapa SD Negeri Melati mengimbau siswanya untuk tidak jajan sembarangan? Ayo kita cari tahu!
Makanan dan minuman yang sehat sangat diperlukan untuk menjaga tubuh agar tetap bugar dan sehat. Tidak semua makanan dan minumam yang ada di pasaran sehat dan aman dikonsumsi. Oleh karena itu, kits harus berhati-hati memilih makanan dan minuman yang akan dikonsumsi.
Amati jajanan yang sering ditemui di lingkungan sekolah.
Lakukan curah pendapat secara berpasangan dan tuliskan hasilnya pada peta pikiran berikut.
Sekarang saatnya kamu mencari tahu apa saja campuran dan larutan yang terdapat pada makanan dan minuman tadi dengan mewawancarai penjual yang ada di sekitar sekolahmu.
Lengkapi bagan berikut!

Ayo Menulis
Setelah mengumpulkan data melalui wawancara tentang berbagai jajanan yang ada di sekitar sekolahmu, sekarang saatnya kamu menulis laporan. Laporan harus mencakup: 
  1. hari dan tanggal pelaksanaan wawancara, 
  2. tujuan wawancara, 
  3. jumlah penjual yang diwawancarai, 
  4. jenis jajanan yang dijual, dan bahan-bahan pembuat jajanan, 
  5. pengelompokan makanan berdasarkan larutan dan campuran, serta 
  6. kesimpulan.
Laporan Hasil Wawancara
Hari, tanggal : ..............................2016
Tujuan : Mengetahui bahan-bahan pembuat makanan di sekitar sekolah

Hasil Wanwancara : 
Pada hari ............................... 2016 kami melakukan wawancara kepada 7 orang pedagang makanan di sekitar sekolah kami. Jajanan yang mereka jual antara lain;
  1. Pecel
  2. Mie lidi
  3. Lumpia
  4. Tahu bulat
  5. Cireng
  6. Es lilin
  7. Sosis bakar
Kami menanyakan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat makanan tersebut. Dari wawancara yang kami lakukan, diperoleh informasi tentang bahan-bahan yang digunakan antara lain;
  1. Pecel, bahan yang digunakan antara lain; kacang tanah, sayuran, cabai rawit, gula merah, bawang merah, bawang putih, garam, air.
  2. Mie lidi, bahan yang digunakan antara lain; tepung terigu, tepung sagu, baking powder, telur, penyedap rasa, air.
  3. Lumpia, bahan yang digunakan antara lain; tepung terikgu, minyak goreng, air, telur, garam, penyedap rasa, sayuran untuk isi lumpia.
  4. Tahu bulat, bahan yang digunakan antara lain; tahu putih halus, kuning telur, baking powder, kaldu bubuk, minyak goreng.
  5. Cireng, bahan yang digunakan antara lain; tepung tapioka, air, garam, daun bawang, kaldu bubuk.
  6. Es lilin, bahan yang digunakan antara lain; SKM, santan, gula pasir, air matang, vanili bubuk, tepung maizena.
  7. Sosis bakar, bahan yang digunakan antara lain; sosis, mentega, garam, saus sambal, kecap, merica bubuk.
Setelah kami memperoleh informasi mengenai bahan-bahan pembuat makanan tersebut kami mengelompokkan jajanan tersebut menjadi campuran karena sifat fisik bahan-bahan tersebut masih dapat terlihat.

Setelah melakukan wawancara dan memperoleh informasi mengani bahan-bahan pembuat makanan tersebut, kami menyimpulkan bahwa pembuatan makanan dilakukan dengan cara dan bahan yang sehat dan tidak menggunakan zat yang berbahaya.

No comments for "Kelas 6, Tema 6, Subtema 2, Pembelajaran 1"