Widget HTML Atas

Materi Kelas 6, Tema 6, Subtema 3, Pembelajaran 3, Mencegah Penyakit Menular Melalui Gigitan Nyamuk

Memelihara diri dari Penyakit menular merupakan salah satu Pola Hidup Bersih dan Sehat. Bagaimana cara memelihara diri dari Penyakit menular? Menurut para ahli, penyakit menular dapat didefinisikan sebagai sebuah penyakit yang dapat ditularkan (berpindah dari orang satu ke orang yang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung atau melalui perantara/penghubung). Penyakit menular ini ditandai dengan adanya agent atau penyebab penyakit yang hidup dan dapat berpindah serta menyerang host atau inang (penderita).

Proses penularan penyakit tentu saja harus kita cegah. Untuk bisa mencegah penyakit menular, tentu kita harus tahu apa saja hal, atau media apa saja yang bisa mengakibatkan terjadinya penularan suatu penyakit dari seorang penderita kepada orang lain.

Cara dan Metode Penyebaran atau Penularan Penyakit Menular Secara Umum
  1.  Media Langsung dari Orang ke Orang (Permukaan Kulit)
  2.  Melalui Media Udara Penyakit yang dapat ditularkan dan menyebar secara langsung maupun tidak langsung melalui udara pernapasan disebut sebagai air borne disease.
  3.  Melalui Media Air Penyakit dapat menular dan menyebar secara langsung maupun tidak langsung melalui air.
Tahukah kamu bahwa nyamuk adalah salah satu hewan yang sangat berbahaya? Meski ukuran tubuhnya kecil dan berat badannya 2-2,5 miligram, hingga kini nyamuk masih menjadi musuh yang belum terkalahkan.

Setiap tahun, nyamuk menyebarkan virus dan parasit, menyebabkan jutaan orang terserang malaria dan ratusan ribu orang menderita demam berdarah dengue di Indonesia. Penyakit kaki gajah, chikungunya, dan radang akut susunan saraf adalah beberapa jenis penyakit lainnya yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Sebagai penghuni daerah tropis yang rentan terhadap nyamuk, kita perlu memahami dengan benar bagaimana nyamuk berkembangbiak, khususnya nyamuk aedes aegypti yang merupakan penyebab primer/utama penyakit demam berdarah (DBD) dan aedes albopictus yang merupakan penyebab sekunder DBD. Selain virus dengue yang menyebabkan penyakit demam berdarah, nyamuk aedes aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning dan chikungunya. Bila sekali nyamuk betina terinfeksi virus dengue, maka selamanya nyamuk tersebut akan menghasilkan keturunan yang mengandung virus, mekanisme penularan ini disebut mekanisme transovarial. Siklus penularan penyakit sulit terputus bila di suatu daerah sudah terbukti terdapat mekanisme transovarial tersebut.

Ciri fisik nyamuk aedes aegypti

Nyamuk aedes aegypti memiliki ukuran sedang dengan tubuh berwarna hitam kecoklatan dan kaki yang panjang. Bedanya dengan nyamuk aedes albopictus adalah corak garis putih yang ada di dekat tubuh bagian kepala. Terdapat rambut-rambut tebal pada antena nyamuk aedes aegypti jantan yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Baik jenis aedes aegypti maupun aedes albopictus, nyamuk betina memerlukan cukup banyak asupan protein untuk memproduksi telur. Sedangkan nyamuk jantan tidak membutuhkan darah, mereka memperoleh energi dari bunga atau tumbuhan. Itulah sebabnya penularan penyakit hanya dapat dilakukan oleh nyamuk betina.

Tempat nyaman nyamuk

Kita harus selalu waspada, karena tempat nyamuk berkembang biak tak lain adalah tempat dan ruang yang sehari-hari kita gunakan. Bak mandi, WC, tempat penampungan air yang tidak tertutup maupun sumur gali. Bahkan, wadah lain yang berisi air juga menjadi singgasana nyamuk, seperti vas bunga, potongan bambu untuk menampung air, kaleng, botol, tempat pembuangan air di kulkas serta barang bekas lainnya yang digunakan untuk menampung air, meskipun dalam volume kecil.

Selain itu, nyamuk ini juga gemar menetap pada benda-benda yang digantung, seperti baju, kelambu dan tirai serta tempat yang berwarna gelap untuk tempatnya bertelur. Setiap kali bertelur, nyamuk betina dapat mengeluarkan telur sebanyak 100 butir. Nantinya, telur akan menetas dalam waktu kurang lebih dua hari dan bisa bertahan sampai berbulan-bulan bila berada di tempat yang kering. Bila berada di tempat dengan kelembapan tinggi, maka telur dapat menetas lebih cepat.

Waktu aktif nyamuk aedes aegypti

Nyamuk ini aktif pada pagi hari, antara pukul 08.00 - 12.00 dan sore hari, pukul 15.00 - 17.00. Nyamuk betina memiliki kebiasaan mengisap darah berkali-kali dan berpindah-pindah dari satu individu ke individu lain. Hal ini disebabkan karena pada jam aktifnya, manusia sebagai sumber makanan juga sedang dalam keadaan aktif bergerak sehingga membuat nyamuk sulit mengisap darah sampai kenyang. Hal ini pula yang menyebabkan penularan DBD terjadi di jam aktif manusia, tak terkecuali anak-anak saat sekolah. Sebaliknya nyamuk aedes albopictus betina lebih aktif di luar ruangan yang teduh dan terhindar dari angin. Berbeda dengan aedes aegypti, nyamuk aedes albopictus aktif menggigit pada siang hari. 

Dari uraian diatas, dan menyadari bahaya dari berbagai penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, maka keluarga Bapak Amir yang tinggal di Kampung Sehat Melati secara rutin melakukan pencegahan. Apa yang dilakukan oleh keluarga Bapak Amir untuk mencegah penyakit menular tersebut? Ayo kita cari tahu.

Ayo mengamati
Amati gambar keluarga Amir yang tinggal di Kampung Sehat Melati berikut.
Baca teks berikut dalam hati
Untuk mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk di sekitar rumah, maka Pak Amir bersama dengan seluruh anggota keluarga melakukan gerakan PSN 3M. Apa itu gerakan PSN 3M? PSN 3M adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan menguras, menutup, dan mengubur. PSN merupakan kegiatan memberantas telur, jentik, dan kepompong nyamuk penular berbagai penyakit.
  • Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tatakan kulkas, tatakan pot kembang dan tempat air minum burung.
  • Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak kontrol, lubang pohon, lekukan-lekukan yang dapat menampung air hujan.
  • Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air seperti ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas akua, plastik kresek,dll)
Selain itu, keluarga Bapak Amir juga berupaya untuk menghindari gigitan nyamuk dengan memasang kelambu di tempat tidur, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam kamar, pencahayaan rumah dan ventilasi yang baik, memperbaiki saluran dan talang air yang rusak, serta menanam pohon pengusir nyamuk seperti zodia, lavender, dan rosemary.
Ayo Bertanya
Setelah mengamati gambar dan membaca tentang kebiasaan keluarga Pak Amir, sekarang tulis hal yang ingin kamu ketahui lebih lanjut tentang pencegahan penyakit menular melalui gigitan nyamuk.
  • Adakah tindakan lain yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit akibat gigitan nyamuk?
  • Apa penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk?
  • Dimanakah biasanya nyamuk-nyamuk itu bersarang?
  • Kapan biasanya populasi nyamuk menjadi semakin banyak?
Kamu dapat menyampaikan pertanyaan tersebut kepada guru untuk didiskusikan bersama-sama.

Ayo Diskusikan
Sekarang diskusikan kegiatan Pak Amir tadi secara berkelompok, kemudian tulis informasi penting pada bagan berikut.

Cara Mencegah Penyakit Menular Melalui Gigitan Nyamuk
  1. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tatakan kulkas, tatakan pot kembang dan tempat air minum burung.
  2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak kontrol, lubang pohon, lekukan-lekukan yang dapat menampung air hujan.
  3. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air seperti ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas akua, plastik kresek,dll)
  4. Memasang kelambu di tempat tidur, 
  5. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam kamar, 
  6. Pencahayaan rumah dan ventilasi yang baik, 
  7. Memperbaiki saluran dan talang air yang rusak, dan 
  8. Menanam pohon pengusir nyamuk seperti zodia, lavender, dan rosemary.
Apa manfaat yang kamu peroleh setelah mendapatkan pengetahuan dari cerita keluarga Pak Amir?
  • Kita menjadi tahu cara memberantas sarang nyamuk untuk mencegah penularan penyakit akibat gigitan nyamuk.
Apa rencana kamu sehubungan dengan hal tersebut?
  • Melakukan tindakan yang sama seperti yang dilakukan keluarga Pak Amir untuk mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk.
Ayo Cari Tahu
Apakah di rumahmu banyak nyamuk? Apa yang kamu lakukan untuk mengusir nyamuk tersebut? Nah, kita bisa membuat larutan untuk anti nyamuk sendiri dengan bahan alami. Ingin tahu caranya?

Kita akan membuat ekstrak bawang putih

Tahukah kamu bahwa nyamuk pergi karena bau yang sangat menyengat. Bawang putih adalah salah satu bahan alami yang mempunyai bau menyengat. Di dalam bawang putih terdapat zat allicin yang menimbulkan aroma yang sangat kuat. Di samping itu bawang putih juga mengandung zat nicotinic acid yang membuat nyamuk pergi.

Bahan-bahan dan alat:
  1. Bawang putih 500g
  2. Air 250 ml
  3. Minyak tanah 1 sdm
  4. Sabun cair 1 sdm
Cara Membuat
  1. Haluskan bawang putih bersama air menggunakan blender (jika tidak ada blender, dapat menggunakan alat tradisional penghancur bumbu).
  2. Kemudian tambahkan 1 sendok minyak tanah
  3. Biarkan selama 24 jam
  4. Setelah 24 jam tambahkan 1 sendok sabun encer
  5. Kemudian encerkan menggunakan air dengan perbandingan 1:20
  6. Kemudian masukkan ke dalam botol semprotan
  7. Semprotkan di ruangan yang banyak nyamuk
Ayo Lakukan
Setelah memahami cara pembuatan larutan bawah putih anti nyamuk, sekarang mari kita praktikkan secara berkelompok.

Ayo Menulis
Setelah kamu selesai membuat larutan anti nyamuk, sekarang saatnya kamu menulis laporan. Di dalam laporanmu cantumkan: tujuan percobaan, bahan-bahan dan alat, cara membuat, manfaat, serta kesimpulan.

Jelaskan dalam laporanmu campuran yang terdapat dalam larutan anti nyamuk yang kamu buat!

Larutan Anti Nyamuk
Tujuan Percobaan:
  • Membuat larutan anti nyamuk dengan bahan alam
Bahan:
  • Bawang putih 500g
  • Air 250 ml
  • Minyak tanah 1 sdm
  • Sabun cair 1 sdm
Alat:
  • Blender
  • Sendok
  • Wadah
  • Botol Semprotan
Cara Membuat:
  • Haluskan bawang putih bersama air menggunakan blender (jika tidak ada blender, dapat menggunakan alat tradisional penghancur bumbu).
  • Kemudian tambahkan 1 sendok minyak tanah
  • Biarkan selama 24 jam
  • Setelah 24 jam tambahkan 1 sendok sabun encer
  • Kemudian encerkan menggunakan air dengan perbandingan 1:20
  • Kemudian masukkan ke dalam botol semprotan
  • Semprotkan di ruangan yang banyak nyamuk
Manfaat:
  • Mengusir nyamuk
Kesimpulan:
  • Kesimpulannya kita bisa mengusir nyamuk menggunakan bahan alam yaitu ekstrak bawang putih. Bawang putih adalah salah satu bahan alami yang mempunyai bau menyengat. Dan nyamuk tidak menyukai bau yang menyengat. 

No comments for "Materi Kelas 6, Tema 6, Subtema 3, Pembelajaran 3, Mencegah Penyakit Menular Melalui Gigitan Nyamuk"