Widget HTML Atas

Iman Kepada Hari Akhir

Hari kiamat atau disebut juga dengan hari akhir sudah sangat sering kita dengar. Salah satu rukun iman yaitu rukun iman yang ke lima juga berbunyi iman kepada hari akhir. Lalu apa itu hari akhir? Apa tanda-tandanya? dan apakah ada makhluk Allah yang mengetahui akan datangnya hari akhir ini?

Hari akhir disebut juga hari kiamat atau yaumul-qiyamah. Yakni berakhirnya seluruh kehidupan di alam dunia ini. Hari akhir tiba setelah bumi mengalami kehancuran total. Pada hari itu, makhluk hidup mengalami kematian. Gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Bumi berguncang sangat dahsyat. Manusia dibangkitkan dari kubur. Kemudian manusia mendapat balasan atas semua amal di dunia.

Setiap muslim wajib beriman kepada hari akhir. Hari akhir (hari kiamat) itu pasti terjadi. Tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya kiamat. Hanya Allah yang mengetahuinya. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Al Quran Surah Al-Hajj (22) ayat 6-7;

Artinya;
“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang Haq dan karena sesungguhnya Dia-lah yang menghidupkan segala yang mati dan karena sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya Kiamat pasti datang, tak ada keraguan padanya, dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa yang di dalam kubur.”

Ayat ini membuktikan keniscayaan Hari Kiamat sekaligus bukti kekuasaan Allah untuk maksud tersebut. Ayat diatas menyatakan bahwa: Yang demikian itu yakni penciptaan manusia dan penumbuhan tumbuhan dalam proses tersebut adalah satu bukti kemahakuasaan Allah SWT. karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang Haq wujud-Nya, serta sifat dan perbuatan-Nya Dia tidak melakukan sesuatu secara sia-sia, dan penciptaan dan pertumbuhan diatas disebabkan karena sesungguhnya Dia-lah yang senantiasa dan silih berganti menghidupkan segala yang mati, baik manusia, binatang, maupun tanah dengan menumbuhkan tumbuhan dll. dan itu semua dilakukan Allah dengan amat mudah karena sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Allah melakukan itu semua tidak sia-sia bukan pula untuk permainan. Bukankah Dia adalah al-Haq ? Dia tidak menyia-nyiakan amal sesorang. Dia juga akan menegakkan keadilan sempurna. Karena itu, Dia mengadakan hari tertentu untuk pembalasan sempurna dan sebab itulah maka sesungguhnya Hari Kiamat pasti-lah datang, tak ada keraguan padanya; dan karena itu pula sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa yang di dalam kubur agar masing-masing mempertanggungjawabkan amal usahanya dan masing-masing menerima balasan dan ganjaran.

Kata haq, maknanya berkisar pada kemantapan sesuatu dan kebenarannya. Lawan dari yang batil/lenyap adalah haq. Sesuatu yang mantap tidak berubah juga dinamai haq, demikian juga yang mesti dilaksanakan atau yang wajib. Tikaman yang mantap sehingga menembus kedalam-karena mantapnya-juga dilukiskan dengan akar kata ini yakni muhtaqqah.Pakaian yang baik dan mantap tenunannya dinamai Tsaubun Muhaqqaq.

Nilai-nilai agama adalah haq karena nilai-nilai tersebut harus selalu mantap tdiak dapat diubah-ubah. Sesuatu yang tidak berubah, sifatnya pasti, dan sesuatu yang pasti menjadi benar, dari sisi bahwa ia tidak mengalamai perubahan.

Allah haq kareana Dia tidak mengalami perubahan sedikitpun, Dia wujud dan wujud-Nya bersifat wajib; tidak dapat tergambar dalam benak bahwa Dia dapat disentuh oleh ketiadaan atau perubahan, sebagaimana yang dialami oleh makhluk. Dia yang berhak (yang mesti) disembah, tiada yang berhak disembah kecuali Allah. Dia juga Haq karena segala yang bersumber darinya pasti benar, mantap, dan tidak berubah. Dia juga Haq karena segala yang dibuatnya adalah haq dan Dia pun selalu melakukan yang haq. Karena itu adalah haq melakukan perhitungan terhadap manusia karena keadilan adalah nilai yang haq, dan karena kesempurnaan keadilan tidak dapat terpenuhi dalam hidup dunia ini, meruapakan keniscayaan adanya hari di luar kehidupan dunia ini, yaitu hari akhirat, dan disanalah manusia akan dibangkitkan setelah kematiannya, dan itu merupakan haq, yakni kepastian, dilakukan oleh Yang Maha Haq. (Tafsir Al Misbah Surat Al Hajj ayat 6-7/M.Quraish Shihab)

Macam-macam Kiamat
1. Kiamat Sugra atau Kiamat Kecil
Kiamat sugra atau disebut kiamat kecil yaitu berakhirnya kehidupan di dunia. Seperti meninggalnya seseorang dan bencana alam. Allah SWT. berfirman dalam Al Quran Surah Ali Imran ayat 185;





Artinya;
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Contoh lain dari kiamat sugra adalah adanya bencana alam. Bencana alam banyak macamnya, seperti gunung meletus, gempa bumi, tanah longsor, badai, tsunami dan lainnya.
Dengan kecanggihan teknologi, badan meteorologi dan geofisika dapat mendeteksi terjadinya gunung meletus sejak dini. Badan ini dapat memberikan peringatan dini sehingga jumlah korban (penduduk) bisa ditekan serendah mungkin. Dengan kecanggihan teknologi, di daerah yang rawan gempa dapat dibangun rumah dan perkantoran tahan gempa. Dengan demikian jika ada gempa bumi, kerugian materi dan jiwa dapat ditekan serendah mungkin.

2. Kiamat Kubra atau Kiamat Besar
Kiamat kubra disebut juga kiamat besar. Yakni berakhirnya seluruh kehidupan di dunia secara serentak. Pada hari itu, seluruh alam semesta dan seisinya musnah. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Qiyamah ayat 6-9, yang artinya; " Ia bertanya: "Bilakah hari kiamat itu?". Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan. (Q.S. Al-Qiyamah/75: 6-9).

Nama-nama Hari Akhir
1. Yaumul-ba'as 
Adalah hari dibangkitkannya manusia. Manusia dibangkitkan dari alam kubur. Ketika itu, Allah memerintahkan Malaikat Israfil untuk meniup sangkakala yang kedua.
2. Yaumul-jam’i atau Yamul-mahsyar
Yaitu hari dikumpulkannya manusia di suatu tempat yang sangat luas, yang disebut dengan Padang Mahsyar.
3. Yaumul- hisab
Yaitu hari perhitungan. Pada hari itu, seluruh amal setiap orang dihitung. Sekecil apa pun amal seseorang tidak akan luput dari perhitungan.
4. Yaumul-mizan
Yaitu yaitu hari ditimbangnya seluruh
amal manusia di dunia. Amal manusia selama di dunia akan ditimbang. Jika amal kebaikannya lebih berat dari amal keburukannya, maka surga balasannya. Sebaliknya, jika amal kebaikannya lebih ringan dari keburukannya maka tempat kembalinya adalah neraka hawiyah.
5. Yaumul-jaza
Yaitu hari pembalasan dimana semua amal perbuatan manusia di dunia akan dibalas oleh Allah. Ada yang dibalas dengan surga, yang kenikmatannya tiada tara. Dan ada pula yang dibalas dengan neraka, yang pedihnya amat dasyat.

Di akhirat nanti ada dua tempat pembalasan atas amal perbuatan manusia selama di dunia. Yaitu surga dan neraka. Surga adalah tempat yang penuh kenikmatan sebagai balasan orang yang beriman dan beramal saleh. Sedangkan neraka adalah tempat yang penuh siksaan bagi orang kafir dan bermaksiat. Pada hari kiamat, semua manusia diberi balasan yang setimpal dengan amal perbuatannya. Bagi mereka yang amal keburukannya lebih banyak akan dimasukkan ke neraka. Sedangkan bagi orang-orang yang amal kebaikannya lebih banyak akan dimasukkan ke dalam surga.

Tanda-tanda Hari Akhir
Tak seorang pun yang mengetahui kapan hari akhir tiba, hanya Allah Swt saja yang mengetahuinya. Namun, Allah Swt dan Rasul-Nya memberi petunjuk kepada manusia tentang tanda-tanda hari akhir atau kiamat. Kiamat terjadinya secara tiba-tiba. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya sekarang juga.

1. Tanda-tanda Kecil Hari Akhir
Tanda-tanda kecil hari akhir di antaranya:

  • Ilmu agama dianggap tidak penting. Banyak orang yang tidak mau mempelajari agama karena menganggap agama itu urusan ustaz atau ulama. Aturan agama tidak dipakai dalam mengatur kehidupan. Padahal sebagai seorang yang beriman, kita harus mengikuti aturan agama.
  • Perbuatan maksiat sudah dilakukan secara terang-terangan. Banyak kejahatan yang terlihat di berbagai media dilakukan oleh orang-orang secara terang-terangan. Bahkan kejahatan ada yang terjadi di tempat-tempat ibadah. Berbagai kejahatan itu terjadi dengan berbagai bentuk dan macamnya. 
  • Jumlah wanita lebih banyak daripada laki-laki.
  • Perempuan sudah tidak malu-malu memperlihatkan auratnya. Aurat wanita adalah seluruh bagian tubuh wanita selain muka dan telapak tangan. Aurat wanita akan terlihat di berbagai media dan tempat-tempat umum. Dengan demikian, banyak wanita yang tidak malu lagi memperlihatkan auratnya di tempat umum. Gaya dan model pakaiannya pun dibuat sedemikian rupa sehingga auratnya terlihat oleh orang lain (yang bukan muhrimnya).
  • Minuman keras (miras) menjadi minuman sehari-hari. Miras juga sering menjadi menu sebuah acara. Bahkan ada juga pesta miras yang kemudian sering menelan korban. Miras juga tentunya akan mudah dijual di tempat-tempat umum. Padahal miras diharamkan dalam Islam, dan banyak kejahatan yang disebabkan oleh pelaku yang mabuk setelah minum miras.
  • Banyak alim ulama yang meninggal dunia. Akibatnya, manusia sulit mencari rujukan untuk mengatasi persoalan-persoalan hidup. Timbullah orang-orang bodoh yang memberi jawaban yang menyesatkan.
  • Banyak orang berlomba-lomba mencari kesenangan dunia tanpa memperhatikan halal dan haram. Mereka lupa akan tujuan hidup yaitu untuk melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhkan larangan-larangan-Nya.
  • Perempuan menyerupai laki-laki atau sebaliknya. Banyak perilaku semacam ini terlihat di berbagai tempat dan kesempatan seperti di TV, koran, majalah dan media lainnya.
  • Pemb*nuhan merajalela. 
  • Banyak kasus bunuh diri terjadi, dengan berbagai macam motifnya.

2. Tanda-tanda Besar Hari Akhir
Tanda-tanda besar hari akhir di antaranya:
  • Matahari terbit dari arah Barat.
  • Munculnya binatang ajaib yang bisa berbicara.
  • Keluarnya Ya’juj dan Makjuj (bangsa pembuat kerusakan di bumi).
  • Munculnya Imam Mahdi.
  • Munculnya Dajjal si pembohong besar.
  • Turunnya Nabi Isa As ke bumi.
  • Matahari dan bulan dikumpulkan.
Dampak Iman Kepada Hari Akhir
Iman kepada hari kiamat mendorong setiap mukmin untuk berpikir sebelum melakukan tindakan. Sebab, ia yakin bahwa setiap perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban. Ia akan menerima balasannya, baik atau buruk sesuai dengan perbuatannya itu. Surga atau neraka akan menjadi balasannya. Bagaimana cara mendapat pertolongan Allah menjelang hari akhir? Kita harus selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan meningkatkan iman dan takwa, di antaranya seperti berikut ini:
  • Rajin menunaikan ibadah wajib
  • Rajin tadarus Al-Qur’an
  • Mematuhi nasehat orang tua dan guru.
  • Tidak curang/menyontek saat ulangan.
  • Tidak berbohong ataupun berkhianat.
  • Rajin belajar dan membantu orang tua.
  • Menolong orang yang membutuhkan.
  • Selalu menepati janji.
  • Memperbanyak amalan sunnah.
  • Rajin menunut ilmu agama dan umum
  • Menegakkan amar makruf nahi munkar

No comments for "Iman Kepada Hari Akhir"